.:AKAI:.
 
        forget password    
 
     
 
   
 

 Tentang AKAI


Sejarah AKAI

Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia (AKAI) didirikan pada tanggal 13 Desember 1991,berdasarkan Akte Nomor 09 dengan nama notaris Buchari Hanafi, SH dengan nama Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia dan berkedudukan di Jakarta.
 
 
 

  Berita dan Info

Selasa, 14 April 2015
Diskusi AKAI tanggal 14 April 2015
“Diskusi Terkait Penerapan PSAK 24 Revisi Tahun 2013” ...selengkapnya
 
Rabu, 28 Januari 2015
Forum Bisnis tanggal 28 Januari 2015
“Regulasi Perusahaan Konsultan Aktuaria sesuai UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian” ...selengkapnya
 
Kamis, 30 Oktober 2014
Forum Bisnis Tanggal 30 Oktober 2014
“Meningkatkan Kesiapan PKA Dalam Implementasi GCG Sesuai POJK nomor 2/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian” ...selengkapnya
 
 
 
 
 

 Tentang AKAI


Sejarah AKAI

Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia (AKAI) didirikan pada tanggal 13 Desember 1991,berdasarkan Akte Nomor 09 dengan nama notaris Buchari Hanafi, SH dengan nama Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia dan berkedudukan di Jakarta.

Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia (AKAI) berdiri menurut dan berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku di Republik Indonesia.

Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia (AKAI) mempunyai organ organisasi terdiri dari Rapat Anggota, Majelis Kehormatan dan Pengurus, yang dipilih dalam Rapat Anggota untuk periode 3 (tiga) tahun.

Visi dan Misi AKAI

Bahwa usaha jasa Konsultan Aktuaria merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan dan pengembangan industri Asuransi, Dana Pensiun dan industri lainnya, dimana dalam memajukan usahanya, para pelaku usaha jasa Konsultan Aktuaria harus dilandasi profesionalisme dengan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dipersyaratkan, obyektif, jujur, kritis, dan penuh tanggung jawab, dan secara berkelanjutan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. Dan untuk itu pula, diperlukan adanya persatuan, kesatuan gerak dan tindak bagi setiap pelaku dalam usaha jasa Konsultan Aktuaria untuk menjalin hubungan baik diantara para pelakunya, serta menghimpun usaha bersama untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap jasa Konsultan Aktuaria. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka para pelaku industri Jasa Aktuaria berkeinginan untuk mendirikan Asosiasi Profesi dalam industri jasa Konsultan Aktuaria – yaitu Asosiasi Konsultan Aktuaria Indonesia.

Tujuan AKAI

Asosiasi didirikan dengan tujuan untuk:
  1. Membela dan memperjuangkan hak serta kepentingan Anggota dalam menjalankan tugas profesinya sesuai dengan peraturan/perundangan yang berlaku.
  2. Membina dan memelihara kerukunan, serta mencegah persaingan yang tidak sehat diantara Anggota.
  3. Meningkatkan kualitas profesionalisme para Anggota dalam memberikan jasa pelayanan aktuaria.
  4. Mengembangkan peran Konsultan Aktuaria dalam industri Asuransi, Dana Pensiun dan industri keuangan secara luas
  5. Meningkatkan perhatian dan pengetahuan masyarakat secara luas terhadap jasa Konsultan Aktuaria.

Kegiatan Pokok AKAI

Untuk mencapai tujuan tersebut pada pasal 4(empat), Asosiasi menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut:
  1. Menghimpun dan mempersatukan Konsultan Aktuaria untuk menjadi Anggota.
  2. Melakukan pertemuan secara berkala diantara para Anggota.
  3. Melakukan pembinaan para Anggota, termasuk dan tidak terbatas pada pembinaan kepatuhan Anggota terhadap keputusan/ketentuan/peraturan yang dikeluarkan oleh Asosiasi, ketentuan/perundangan yang berlaku, dan standar profesi lainnya yang terkait dengan jasa Konsultan Aktuaria.
  4. Menyusun dan menjalankan program pengembangan profesi secara berkelanjutan bagi Anggota.
  5. Mengusahakan terselenggaranya kegiatan-kegiatan dan/atau tersedianya sarana informasi bagi publik dalam rangka meningkatkan perhatian dan pengetahuan masyarakat secara lebih luas terhadap jasa Konsultan Aktuaria.
  6. Memelihara dan meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah, pelaku usaha, bisnis dan industri, serta asosiasi profesi, institusi, badan atau organisasi lainnya, didalam maupun diluar negeri, untuk kepentingan Anggotanya
  7. Usaha-usaha dan kegiatan lain yang dianggap perlu dan bermanfaat sepanjang tidak bertentangan dengan tujuan Asosiasi.